Senin, 01 Juni 2015

KEEP IT SIMPLE STUPID

ALLIANCE

Membaca setiap buku manajemen kerja dan berbagai ragamnya menyadarkan saya bahwa manusia itu tak lebih seperti hirarki hewan yang saling memangsa dengan mengorbankan berbagai pihak. Namun dianugerahi kecerdasan seni dan rasa, sehingga anda bisa menyaksikan psikopat berdasi mencincang seorang karyawan ditengah presentasi laporan. Atau anda akan melihat seorang penari, menarikan lidahnya untuk mempengaruhi hukum dalam sebuah sidang politik.

Sadar atau tak sadar, manusia itu akan membentuk grup. Bahkan Golput, anti mainstream, indie, itu adalah golongan2 yang diluar golongan pada umumnya yang kemudian berkumpul menjadi satu aliansi.

Tak mungkin menjadi pure tidak masuk dalm sebuah aliansi. Mereka yang tidak menjadi bagian aliansi adalah pengamat, pengadu domba, juri, wasit dan penonton. Itulah pilihan bagi anda yang tidak ingin terlibat dalam sebuah intrik partai, konflik kantor dan berbagai konflik yang ada di masalah.

Anda tak perlu langsung terlibat untuk tahu itu benar salah dan untung rugi, karena ketika dua kubu bertarung dan mendapatkan piala atau kalah dicaci maki. Penonton berhak menyaksikan atau pergi untuk berfoto selfie dan mencari kesibukan sendiri. ;D

RIZKI

RIzki manusia itu akan didapatkannya, tak akan tertukar dengan rizki orang lain. Itusudah menjadi suratan takdir.
Lalu apa yang Allah subhanahu wata'ala berikan dalam setiap rizki manusia??

Dalam rizki itu ada hak pribadi untuk dikonsumsi, hak ornag lain untuk disedekahkan dan dizakatkan dan ada hak Allah untuk ditunaikan (untuk ibadah).

Rizki itu bukan yang kita timbun dalam bentuk saldo emas dan perak, tapi yang kita gunakan hingga lusuh, yang kita makan hingga habis dan yang kita sedekahkan serta menjadi teman di hari akhir nanti. Itulah sejatinya harta

MIKCU (MIMIK CUCU)

Apa yang mendasari sebuah tren minum susu menjadi menggiat???

Bukan karena, rasa saja tapi karena pemberitaan masal dan issue yang terus berkembang serta di dengung-dengungkan. Minum susu sekarang bukan hanya kebutuhan tapi sudah menjadi life style dan passion berbagai manusia.

Lihatlah kedai-kedai susu yang mulai menjajakan susu murni hingga susu olahan. Lalu ada yang salah??
Tidak, Lalu kenapa susu di kafe lebih mahal daripada susu di rumahan atau di peternakan??
Anda bukan sedang membandingkan apel to apel atau susu ke susu.

Anda sedang melihat sebuah peradaban manusia yang menjual gaya hidup, mereka melakukan transaksi susu secara ilegal demi prestige. Mereka terjerembab dalam lembah nista demi hidup dengan segelas susu. Mereka tak ragu mencapai pendidikan tinggi demi susu.

Memang susu essensinya adalah susu, tapi apakah berubah jika susu kita ganti uang, jika susu kita ganti informasi, jika susu kita ganti manusia atau susu kita ganti MORAL

ya, mungkin moral kita hanya sebatas susu.,

HOME

Tak ada tempat setenang rumah, "Home sweet home". Temapt dimana kita bebas menikmati kemalasan, berpelukan dengan kenyamanan atau meringkuk di dalam pembenaran.
Rumah, tak semua tempat bisa kita jadikan rumah. Bahkan kamar kos yang berbayar pun bisa menjadi rumah.

Nyaman?? Tak sepenuhnya, tapi memang ada nilai yang harus dibayar untuk kata nyaman, menenangkan dari setiap kata rumah.

Kalau boleh kita hilangkan sekat dari setiap kata rumah kita akan mendapati banyak rumah yang tak seperti rumah atau bahkan orang yang salah mencari rumah.

Karena hati adalah rumah bagi setiap jiwa yang kelelahan .

Tidak ada komentar: