Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2012

75 Big sins in Islam

Hello every one. This month ramadhan 1433 H will come, so lets study about our religion. Here big list of sins in Islam (Al-KaBaa-ir) (According to Imam Adh-Dzahabi)

Great sin to-1: associating partners with Allah in belive to worship, pray, help, etc (shirk Beliefs and do)

Great sin to-2: Killing another person

Great sin to-3: Performing magic, witchcraft, vodoo and asociating with magic and satanic rites

Great sin to-4: Leaving the prayer intentionally 5 times a day, without reason that permitted (udzur syar'i)

Great sin to-5: Refusing to pay zakat

Great sin to-6: lawless and unobey to both parents, make them sad cause our bad attitude

Great sin to-7: Eating the treasure from the usury or get income from the bank benefit riba

Great sin to-8: Eating from orphans right (money, things and others)

Great sin to-9: Lying in the name of the Prophet sallallaahu 'alaihi wasallam (Create and disseminate false hadith)

Great sin to-10: Breaking in the daytime during Ramadan without reason that permitted udzur or rukhshah

Great sin to-11: Running away from jihad was going

Great sin to-12: Doing adultery, as doing sex before married and he himself sins stratified

Great sin to-13: Ruler of treason against the people

Great sin to-14: Drinking The wine (liquor / intoxicants) all alcoholic things my be though not to get drunk

Great sin to-15: Be proud, proud of myself, and admire the self-

Great sin to-16: Giving false testimony

Great sin to-17: behave and do homosexuals (liwath)

Great sin to-18: Accusing her of the good mukminah charges of adultery (qadzf)

Great sin to-19: Hide (steal) the spoils of war


Great sin to-20: Taking someone else's property is vanity

Great sin to-21: Stealing

Great sin to-22: Rob and her robber or merompak

To-23 big sins: false oath

Great sin to-24: Deliberately lying

Great sin to-25: Doing suicide, and this includes most of the major sins

Great sin to-26: Judge who cheat

Great sin to-27: A man who silenced unfaithful wife or her family act, prevailing stigma, and do not profanity (dayyuts)

Great sin to-28: Women who look and behave like a man or men who look and behave like a lady

Great sin to-29: Men muhallil, namely a married woman who has been divorced three by her ex-husband, with the direct intention of divorcing her back, as agreed, to be married again by his old husband, as did the old man who told him that muhallil

Great sin to-30: Eating carrion, blood, and pork

Great sin to-31: No purification after urination

Great sin to-32: Take a tribute from the merchants and the like, including illegal levies.

To-33 big sins: Do riya ', or a charity show

To-34 big sin: treason or betraying the mandate

Great sin to-35: Demand for the pursuit of pure science of religion worldly interests, so the attitude of science deliberately concealed from the people who need it

To-36 big sins: Like to bring up the provision

To-37 big sin: Denying fate

Great sin to-38: Steal others hear confidential

To-39 big sins: Like curse and revile

Great sin to-40: Betraying the leader

Great sin to-41: Justifying healer, astrologer, psychic, and the like

Great sin to-42: Women who rebel against her husband

Great sin to-43: Deciding rope friendship ties

To-44 big sins: Author sculptures and drawings animate beings

To-45 big sins: Like slander (namimah)

To-46 big sin: mourn deceased (niyahah)

Great sin to-47: Denouncing nasab (offspring), lower rates, and such

To-48 big sins: Do wrong doers to fellow creatures of God




To-49 big sin: the priest who rebelled against the legitimate syar'i to take up arms, and mengkafirkan fellow Muslims who committed major sins. Both of which are major deviations firqah Khawarij.

To-50 big sin: Hurting and insulting fellow Muslims

To-51 big sin: Hurting and hostile to the trustees of God

Great sin to-52: Men who wear underneath lengthen to below the ankle (isbal) because of his arrogant

Great sin to-53: Men who wear silk and gold

Great sin to-54: Slaves who escaped from his master

To-55 big sins: Slaughtering of animals slaughtered to be offered to other than Allah

Great sin to-56: Changing the boundaries of land, by seizing the rights of others

Great sin to-57: Denouncing the friends of the Prophet sallallaahu 'alaihi wasallam

Great sin to-58: Denouncing the Helpers are specifically

Great sin to-59: call to error or bad deeds pioneered (make the "Sunnah" is bad)

Great sin to-60: Women who connect her hair, a tattoo on his body, and make changes to parts of the body in order to make it more beautiful and such

To-61 big sins: Threatened and hold up his brother (fellow Muslims) with a weapon

To-62 big sins: attribute themselves to other than his real father

To-63 big sins: Thiyarah / Tathayyur, which means believing that there is bad luck, associated certain things are not syar'i, or illogical.

Great sin to-64: Eat and drink of the plates and glasses made of gold or silver

Great sin to-65: Doing sophist (arguing to win a victory)

To-66 big sins: castrating, torturing, and maiming a slave / slave

To-67 big sins: Applies cheating in weights and measure

Great sin to-68: Feeling safe from prosecution and punishment of God

To-69 big sins: despair of the mercy of Allah

To-70 big sins: To deny the good people who have done good to him

Great sin to-71: Refusing deliberately to provide excess water to neighboring fields

To-72 big sins: Create cap and hit on the face of the beast

Great sin to-73: Gambling

Great sin to-74: Doing crime (murder and the like) in the Holy Land

To-75 big sins: deliberately leaving Friday prayers without udzur syar'i

Great sin to-76: Spying on fellow Muslims and unlock the secrets of weakness to the enemy of Muslims

* Summarized from the book Al-Kabaa-ir wa al-Mahaarim Tabyiin Imam Adh-Dzahabi work.

Kamis, 29 Maret 2012

Masjid Syamsul Ulum Islamic Center di Bandung Selatan

Hari ini saya sedang membersihkan berbagai berkas-berkas yang ada. Sambil memantau harga kenaikan BBM dan TDL saya menemukan berkas-berkas mengenai kegiatan tempat dimana saya biasa bernaung, berorganisasi dan beribadah. Ya masjid lah tempatnya, Masjid Syamsul Ulum

Masjid Syamsul Ulum sebagai sebuah lembagai mengakomodasi semua kegiatan pemuda dan pemudi muslim di kawsan pendidikan telkom merupakan wadah yang sngat utama untuk syiar dakwah ke masyarakat luas. Oleh karena itu kami selaku pihak syiar dan dakwah DKMSU untuk kegiatan syiar dan dakwah dengan rincian sebagai berikut:

Innal hamdalillah nahmaduhu wanasta’inuwanastaghfiruh amma ba’du Alhamdulillaahirabbil’aalamiin, rasa syukur kepada Sang Penciptajangan pernah terlupakan. Sebab tidakada satu pun yang terjadi kecuali atas izin dari-Nya semata. Shalawat dan juga salamharus selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW.
Dakwahmerupakan seruan yang telah Allah perintahkan kepada rasulullah s.a. danumatnya untuk membumikan risalah islam kepada seluruh umat. Dakwah sendirimerupakan proses pencerdasan dimana terjadi transfer ilmu untuk memberikanpengarahan kepada umat mana yang baik (ma’ruf)dan mana yang (munkar. Oleh karenaitu dakwah menjadikeharusan bagi seluruh umat muslim yang telah baligh danmukallaf terutama dalam naungan jamaah masjid.
“Kamu umat islam adalah umat terbaik yangdilahirkan untuk manusia , (karena) kamu menyuruh berbuat yang makruf danmencegah yang munkar dan beriman kepada kitab Allah. Sekiranya Ahli kitabberiman tentulah itu lebih baik bagi mereka. Diantara mereka ada orang yangberiman dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang fasik.” (Q.S. AliImran : 101)

I. Rincian Kegiatan
A. Kajian Senin
DefinisiKegiatan
Kajian Senin adalah kajian yangdiselenggarakan oleh team syiar Masjid Syamsul Ulum untuk menyemarakkan dakwahdi sekitar kawasan pendidikan Telkom. Selain itu kajian ini berfungsi untukmendekatkan masyarakat, LDK, Mahasiswa dan semua akademisi di ITTelkom dansekitarnya.
Rincian
ü Waktu : 16.00-17.30
ü Pembicara :Ustadz Heri
ü Mater : Tafsir Al-Quran
ü Peserta : Umum Ikhwan dan Akhwat (Warga,Mahasiswa dan civitas ITTelkom)
Target dan Evaluasi Program:
Mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dancivitas akademik ITTelkom akan pentingnya mempelajari dan mengimplementsaikanAl-Quran dalam kehiupan sehari-hari.


D. Kajian Jumat Pagi
Definisi Kegiatan
Kajian jumat pagi adalah kajian yang diselenggarakan oleh team syiar Masjid Syamsul Ulum bekerja sama dengan SKI untuk menyemarakkan dakwah di kawasan pendidikan Telkom. Selain itu kajian ini berfungsi untuk mendekatkan LDK, Mahasiswa dan semua akademisi di ITTelkom dan sekitarnya dalam satu gerakan dakwah.
Rincian
ü Waktu : 06.00-07.00
ü Pembicara : Ustadz
ü Materi : pemuda
ü Peserta : Umum Ikhwan dan Akhwat (Mahasiswa dan civitas ITTelkom)
Target dan Evaluasi Program:
Mampu meningkatkan kesadaran civitas akademik ITTelkom dan LDK akan pentingnya islam, dakwah dan menjaga silaturahmi sebagai pemuda/ pemudi muslim.


B. Kajian Kamis
Definisi Kegiatan
Kajian Senin adalah kajian yang diselenggarakan oleh team syiar Masjid Syamsul Ulum untuk menyemarakkan dakwah di sekitar kawasan pendidikan Telkom. Selain itu kajian ini berfungsi untuk mendekatkan masyarakat, LDK, Mahasiswa dan semua akademisi di ITTelkom dan sekitarnya.
Rincian
ü Waktu : 16.00-17.30
ü Pembicara : Ustadz Heri Mustofa
ü Mater : Tafsir Al-Qur’an Juz 30
ü Peserta : Umum Ikhwan dan Akhwat (Warga, Mahasiswa dan civitas ITTelkom)
Target dan Evaluasi Program:
Mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dan civitas akademik ITTelkom akan pentingnya mempelajari dan mengimplementsaikan Al-Quran dalam kehiupan sehari-hari terutama pemahaman mengenai surat2 juz 30 .

C. Kajian Kamis Malam
Definisi Kegiatan
Kajian Senin adalah kajian yang diselenggarakan oleh team syiar Masjid Syamsul Ulum untuk menyemarakkan dakwah di sekitar kawasan pendidikan Telkom. Selain itu kajian ini berfungsi untuk mendekatkan masyarakat, LDK, Mahasiswa dan semua akademisi di ITTelkom dan sekitarnya.
Rincian
ü Waktu : 18.00-20.00
ü Pembicara : Ustadz Abu Marwan
ü Materi : Islam dan Tauhid
ü Peserta : Umum Ikhwan dan Akhwat (Warga, Mahasiswa dan civitas ITTelkom)
Target dan Evaluasi Program:
Mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dan civitas akademik ITTelkom akan pentingnya mempelajari dan mendalami tauhid, aqidah sebagai landasaan umat muslim serta Al-Quran dan Assunnah dalam kehiupan sehari-hari.


.


E. Kegiatan Taman Pendidikan Al-Quran
Definisi Kegiatan
Kajian Taman Pendidikan AlQuran adalah kajian yang diselenggarakan oleh team syiar Masjid Syamsul Ulum bekerjasama dengan warga untuk menyemarakkan dakwah serta memberikan bimbingan pada generasi muda, anak2 dan remaja di sekitar ITTelkom. Selain itu program TPA ini berfungsi untuk mendekatkan masyarakat, LDK, Mahasiswa dan semua akademisi di ITTelkom dan sekitarnya.
Rincian

ü Waktu : 16.00-17.30
ü Ustadz/Ustadzah : Warga dan Mahasiswa
ü Materi : Iqra’-- Al-Quran
ü Peserta : Umum Ikhwan dan Akhwat (Putra-putri warga disekitar kawasan pendidikan ITTelkom)
Target dan Evaluasi Program:
Mampu membentuk generasi muda muslim yang islami dan berakhlak sesuai Al-Quran dan Assunah dalam kehiupan sehari-hari



Masjid syamsul Ulum memiliki beberapa fungsi yang lumayan urgent di kawasan lingkungan ITTelkom. Yaitu meliputi :

1. Sebagai tempat penghubung kampus dengan masyarakat sekitar
2. Pusat dakwah islam di kawasan Daeyuh Kolot
3. Sebagai pusat pengembangan pemuda muslim
4. Berbagai kegiatan event Islam dll


Ada beberapa lembaga yang bernaung di bawah naungan Masjid Syamsul Ulum selain organisasi2 islam lainnya. Diantaranya meliputi:

SKI Sentra Kegiatan Islam ITTelkom
Sebagai wadah mahasiswa muslim yang bergerak dibidang organisasi, dakwah dan kemahasiswaan dll

Lazis S.U. (Lembaga Amil Zakat Infak Sadaqah)
Lembaga keagamaan yang banyak bergerak di bidang chairity atau kemanusiaan untuk memberikan kesejahteraan masyarakat di sekitar ITTelkom

BM (Badan Mentoring)
Sebagai lembaga yang memberikan pembinaan rutin terhadap mahasiswa ITTelkom

MQ S.U. (Manajemen Quran Syamsul Ulum)
Lembaga yang berisi untuk kegiatan tahfidz Al-Quran, Pemahaman Tafsir, Bahasa Arab dll

TPA Mentari ILmu
Sebagai lembaga pendidikan anak2 SD, SMP untuk pembinaan Al-Quran, ilmu agama dan masalah anak2 dan remaja.

PRISMA
Organisasi yang berfungsi menaungi kegiatan yang menghubungkan remaja SMA di sekitar wilayah ITTelkom


Toko Al-Amin
Sebagai lembaga usaha yang bergerak dibawah naungan masjid Syamsul Ulum dengan bidang usaha seperti foto kopi, kantin dan kedai.



Yang atas foto saya, heheheh dokumentasi diri dengan jaket Lazis S.U.

Ini lah beberapa foto petinggi dari pimpinan Masjid Syamsul Ulum dengan beberapa dosen ITT (Pak catur, pak BPY, Pak erwin dll) bersama orang YPT pak heri gt ya???? ini sedang silaturrahmi n pelepasan petinggi Masjid Syamsul Ulum di rumah makan Ampera deket Pusdai

Disini beberapa mahasiswa dari berbagai LDK tampak ikut turut serta menyemarakkan kegiatan temu kangen dan pelepasan petinggi Masjid Syamsul Ulum.
Tampak Pak heri sedang speak2 memberi pengarahan


Ini lah foto Plaza MSU dari serambi timur, tempat anak2 main dan berbagai kegiatan lainnya

Minggu, 17 Juli 2011

Khutbah jumat (Munafiq)

berikut sedikit cuplikan khutbah jumat

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َإِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا،
أَمّا بَعْدُ فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, marilah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah berkenan memberikan berbagai keni’matan bahkan hidayah kepada kita.

Shalawat dan salam semoga Allah tetapkan untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya yang setia dengan baik sampai akhir zaman.

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, mari kita senantiasa bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, menjalani perintah-perintah Allah sekuat kemampuan kita, dan menjauhi larangan-laranganNya.

Dalam kesempatan yang mulia ini akan kami kemukakan betapa bahayanya kaum munafiqin terhadap Islam dan Ummat Islam. Makar-makar dan kejahatan mereka telah dibongkar oleh Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an, di antaranya agar Ummat Islam berwaspada. Di antaranya Allah berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ تَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مَا هُمْ مِنْكُمْ وَلَا مِنْهُمْ وَيَحْلِفُونَ عَلَى الْكَذِبِ وَهُمْ يَعْلَمُونَ [المجادلة/14]

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan pula dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui.” (QS. Al-Mujadilah [58] : 14)

Ibnu Katsir menjelaskan, Allah Ta’ala berfirman dengan mengingkari munafiqin dalam bertemanan di dalam batin dengan orang-orang kafir, sedangkan mereka (munafiqin) pada perkaranya itu sendiri tidak bersama kafirin dan tidak pula bersama mukminin. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

مُذَبْذَبِينَ بَيْنَ ذَلِكَ لَا إِلَى هَؤُلَاءِ وَلَا إِلَى هَؤُلَاءِ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا [النساء/143]

“Mereka (munafiqin) dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir). Barangsiapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.” (QS. An-Nisaa’ [4] : 143)

Dan Allah berfirman di sini:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ تَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman?” yakni orang-orang Yahudi yang dijadikan pemimpin dan teman akrab oleh orang-orang munafiq dalam batinnya.

Kemudian Allah berfirman:

مَا هُمْ مِنْكُمْ وَلَا مِنْهُمْ

“Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan pula dari golongan mereka.”

rtinya mereka yang munafiq itu sebenarnya bukanlah termasuk golonganmu wahai orang-orang yang beriman, dan tidak pula termasuk orang-orang yang mereka jadikan pemimpin/teman akrab yaitu orang-orang Yahudi. (Tafsir Ibnu Katsir, jilid 4, hal 394).

As-Suddy dan Muqatil berkata: “Ayat ini turun menyangkut diri Abdullah bin Ubay bin Salul dan Abdullah bin Nabtal, dua orang munafiq. Salah seorang di antara keduanya duduk-duduk bersama Nabi SAW, kemudian ia melaporkan ucapan beliau kepada orang-orang Yahudi. (Al-Qahthany, Al-Wala’ wal Bara’, hal 148)

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, perlu diketahui, orang munafiq adalah orang yang menampakkan dirinya sebagai orang beriman, namun sebenarnya memendam kekafiran dan rasa benci terhadap Islam di dalam hati. Orang munafiq itu sangat membahayakan, sehingga aneka sifat buruk mereka dan kecaman Allah dituangkan dalam berbagai surat. Bahkan ada surat khusus yang dinamai Surat Al-Munaafiquun.

Mereka di akherat nanti akan berada di tingkatan paling bawah dari neraka, sebagaimana firman Allah:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا [النساء/145]

“Sesungguhnya orang-orang munafiq itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (QS. An-Nisaa’ [4] : 145)

Muhammad bin Sa’id bin Salim Al-Qahthany dalam kitabnya, Al-Walaa’ wal Baraa’ fil Islaam berkomentar: “Orang-orang kafir dan yang menampakkan permusuhannya terhadap Islam justru lebih ringan siksanya daripada orang-orang munafiq, karena orang kafir berada di tingkat lebih tinggi dalam neraka. Kedua golongan ini (kafir dan munafiq) bersatu dalam kekafiran dan permusuhannya terhadap Allah serta Rasulullah.

Namun orang-orang munafiq lebih parah daripada orang-orang kafir, karena pada diri munafiqin ada kedustaan dan kemunafikan. Bencana yang mereka timpakan terhadap kaum Muslimin lebih besar daripada bencana yang ditimpakan oleh orang-orang kafir. Maka Allah berfirman tentang munafiqin:

هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ [المنافقون/4]

“ Mereka itulah musuh yang sebenarnya, maka waspadalah terhadap mereka.” (QS. Al-Munaafiquun [63] : 4)

Bahaya orang-orang munafiq yang bercampur dan bergaul dengan orang-orang Islam —padahal di dalam hatinya terdapat permusuhan kepada agama Islam— jauh lebih besar daripada bahaya orang-orang yang menampakkan permusuhan. Sebab peperangan dengan golongan kedua (musuh yang nampak terang-terangan) bisa dilakukan sehari atau dua hari atau beberapa hari, kemudian berakhir dengan kemenangan. Tetapi dengan orang-orang munafiq? Mereka bergaul bersama di dalam perkampungan, di rumah, pagi dan sore, lalu mereka membocorkan rahasia kepada musuh, mengintai untuk mencari titik kelemahan, tapi tidak bisa menghadapi mereka lewat pertempuran frontal. Sementara itu, bergaul dengan mereka hanya akan menimbulkan aib, mencintai mereka akan memancing kemarahan Allah, dan bahkan akan menyeret ke neraka. (Lihat Muhammad bin Sa’id bin Salim Al-Qahthani, Al-Wala’ wal Bara’ fil Islam, diterjemahkan menjadi Loyalitas Muslim terhadap Islam —Pemahaman Aqidah Salaf—, Ramadhani, Solo, cetakan ketiga, 1994, halaman 144-145)

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, betapa dahsyat bahaya Munafiqin itu. Tindakan-tindakan munafiqin sebagai musuh terbesar Islam jelas sangat membahayakan Islam wal Muslimin.

1. Tindakan munafiqin yang paling berbahaya adalah persekongkolan mereka dengan Yahudi dan Nasrani untuk menyerang Islam. Busuknya tingkah munafiqin ini telah dibongkar langsung oleh Allah SWT di beberapa ayat, di antaranya seperti tersebut di ayat (QS. Al-Hasyr [59] : 11) dan (QS. Al-Mujadilah [58] : 14). Yakni bersekongkol dengan kaum yang dimurkai Allah, lagi berdusta.



2. Sifat munafiqin yang paling buruk adalah menolak berhakim kepada syari’at Allah, tetapi berhakim kepada thaghut. (Lihat QS. An-Nisaa’ [4] : 60-63, An-Nur [24] : 47-50). Thaghut ialah orang yang selalu memusuhi Nabi dan kaum Muslimin. Juga orang yang menetapkan hukum secara curang menurut hawa nafsu. Dan berhala-berhala pun termasuk thaghut.

Sifat dan sikap munafiqin itu berbalikan dengan sikap orang mukmin:

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ [النور/51]

“Sesungguhnya jawaban orang-orang Mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili di antara mereka ialah ucapan: “kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. An-Nur [24] : 51).

3. Orang munafiqin itu melemahkan barisan Muslimin dan menjadi mata-mata kafirin. Allah berfirman, yang artinya:

الَّذِينَ قَالُوا لِإِخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوا لَوْ أَطَاعُونَا مَا قُتِلُوا قُلْ فَادْرَءُوا عَنْ أَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ [آل عمران/168]

Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut berperang, “Sekiranya mereka mau mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh.” Katakanlah, “Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS. Ali Imran [3] : 168)

Terjadi kegoncangan yang mengangetkan dalam barisan kaum Muslimin ketika Perang Uhud (3H), karena sepertiga (300 orang) dari jumlah pasukan Muslimin (1.000 orang) menarik diri. Pasukan yang menarik diri (300 orang) ini dipimpin oleh Abdullah bin Ubay bin Salul. Padahal jumlah musuh yakni kafirin Quraisy 3.000 orang dipimpin jago perang Khalid bin Walid yang masih kafir.

Begitu pula penolakan munafiqin untuk bergabung dalam perang Tabuk (9H, perang besar antara Muslimin pimpinan Rasulullah 30.000 orang melawan Nasrani Rumawi) serta keengganan-keengganan lain-lainnya. Allah menjelaskan tentang wala’ (loyalitas) mereka terhadap orang -orang kafir:

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (138) الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا [النساء/138، 139]

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafiq bahwa mereka akan mendapatkan siksa yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang Mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan milik Allah.” (QS. An-Nisaa’ [4] : 138-139)

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, betapa Beda jauh antara Mukminin dan Munafiqin. Perbedaan itu di antaranya

1. Dalam perang Ahzab atau perang Khandaq (tahun 5 Hijriyah, persekutuan kabilah-kabilah Arab kafir dan Yahudi mengepung dan memerangi Muslimin Madinah) tampak nyata perbedaan sikap antara Mukminin dan Munafiqin.

Orang Mukminin berkata sebagaimana dikisahkan oleh Allah SWT:

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا [الأحزاب/22]

“Dan tatkala orang-orang Mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya (yaitu kemenangan sesudah mengalami kesukaran) kepada kita”. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan. (QS. Al-Ahzaab [33] : 22)

Adapun orang munafiqin keadaan mereka dikisahkan oleh Allah SWT:

وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُورًا (12) وَإِذْ قَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ يَا أَهْلَ يَثْرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمْ فَارْجِعُوا وَيَسْتَأْذِنُ

فَرِيقٌ مِنْهُمُ النَّبِيَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ إِنْ يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَارًا [الأحزاب/12، 13]

Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafiq dan orang-orang yang berpenyakit di dalam hatinya berkata, “Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya”. Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata, “Hai penduduk Yatsrib (Madinah), tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu”. Dan sebagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata, “Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)”. Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanyalah hendak lari. (QS. Al-Ahzaab [33] : 12-13)

2. Sikap beda jauh itu juga terkuak dalam perang Tabuk (9H perang besar antara Muslimin pimpinan Rasulullah SAW 30.000 orang melawan Nasrani Rumawi).
Allah SWT berfirman tentang ahli munafiq:

فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَافَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوا أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ (81) فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ [التوبة/81، 82]

Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) ini merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata, “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.” . Katakanlah, “Api neraka jahannam itu lebih sangat panas (nya)”, jikalau mereka mengetahui. Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. At-Taubah [9] : 81-82)

Allah SWT berfirman tentang orang yang beriman:

لَكِنِ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا مَعَهُ جَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ وَأُولَئِكَ لَهُمُ الْخَيْرَاتُ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (88) أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ [التوبة/88، 89]

“Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itula (pula) orang-orang yang beruntung. Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah [9] : 88-89)



Jama’ah jum’ah rahimakumullah, Al-Quran telah membongkar keburukan munafiqin.
Allah SWT membongkar keburukan munafiqin dalam Al-Quran di berbagai surat, bahkan surat At-Taubah disebut Surat Al-Fadhihah karena surat itu isinya membongkar keburukan munafiqin. Keburukan munafiqin di antaranya;

  1. Tidak ikut berjihad, mereka lebih mementingkan dunia (lihat At-Taubah [9] : 86-87).
  2. Mengadu domba, marah, dan memfitnah (lihat At-Taubah [9] : 47-48).
  3. Mencela sistem Rasulullah dalam pembagian harta, mereka rela dan marah tergantung kepentingan dunia mereka. (lihat At-Taubah [9] : 58).
  4. Menyakiti Rasulullah SAW (lihat At-Taubah [9] : 61).
  5. Minta maaf atau keridhaan Rasulullah dengan sumpah palsu, padahal Allah dan Rasul-Nya itu yang lebih patut untuk mereka cari keridhaannya. (lihat At-Taubah [9] : 62).
  6. Memerintahkan kemunkaran dan mencegah kebaikan, serta pelit berinfaq di jalan Allah. (lihat At-Taubah [9] : 67).
  7. Mengingkari janji (lihat At-Taubah [9] : 75-77).
  8. Mencela dan mencibir Mukminin dalam segala hal (lihat At-Taubah [9] : 79).
  9. Memandang berinfaq itu suatu bentuk yang merugikan, dan mereka menunggu-nunggu datangnya marabahaya atas mukminin. (lihat At-Taubah [9] : 98).
  10. Al-Quran tidak menambah pada mereka kecuali hanya menambah kekafiran di atas kekafiran yang telah ada pada mereka. (lihat At-Taubah [9] : 124-125).
  11. Berpaling dan lari dari kebenaran. (lihat At-Taubah [9] : 127).

Jama’ah jum’ah rahimakumullah, bagaimana Metodenya dalam menghadapi Munafiqin sudah ada tuntunannya dari nAllah. Di antaranya:

1. Allah memerintahkan jihad dan bersikap keras terhadap mereka.

2. يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ [التوبة/73]

“Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafiq itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (QS. At-Taubah [9] : 73)

Allah memerintahkan tidak bersikap lembut terhadap munafiqin bahkan memerintahkan berjihad melawan mereka dan bersikap keras atas mereka. Sementara itu Allah SWTmemerintahkan bersikap lunak dan hormat terhadap mukminin.Sungguh Allah telah berfirman, yang artinya:

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ [الشعراء/215]

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.” (QS. Asy-Syu’araa’ [26] : 215)

2. Tidak memintakan ampun kepada munafiqin. Karena mereka tidak berhak dimintakan ampun. (lihat At-Taubah [9] : 80, Al-Munaafiquun [63] : 6)

Sementara itu Allah memerintahkan Nabi SAW (dan mukminin) untuk memintakan ampun orang mukminin yang benar. (lihat QS Muhammad [47] : 19, dan Al-Mumtahanah [60] : 12)

3. Allah melarang Nabi SAW (dan Mukminin) menshalati jenazah munafiq, dan melarang berdiri (mendo’akan) di kuburnya (lihat at-Taubah [9] : 84).

4. Allah melarang Nabi SAW (dan mukminin) bergabung dengan munafiqin dalam berperang dan melarang membolehkan mereka ikut berperang. (lihat At-Taubah [9] : 82)

Manhaj Islam adalah mengobarkan semangat jihad kepada mukminin secara umum dan mendorong mereka untuk berperang melawan orang kafir sebagaimana Allah telah berfirman, yang artinya:

“Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksa(Nya).” (QS. An-Nisaa’ [4] : 84)

Perbedaan tegas antara manhaj terhadap mukminin dan manhaj terhadap munafiqin itu karena sifat-sifat dan sikap antara keduanya jelas jauh berbeda. Maka Islam tegas-tegas membedakannya dalam menyikapi yang mukmin di satu pihak dan yang munafq di pihak lain. Tidak boleh dicampur aduk.

Semoga kita Ummat Islam dihindarkan dari bahaya orang-orang munafiqin, dan diselamatkan dari perbuatan yang mengikuti munafiqin. Dan semoga Allah selamatkan Ummat Islam ini dari aneka keburukan yang ditimbulkan oleh kaum munafiqin di mana-mana pun adanya.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ .

Khutbah Kedua:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ.
أَمَّا بَعْدُ؛ وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا وَهُمْ لاَ يَسْمَعُونَ
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . وَصَلى الله وسَلم عَلَى مُحَمد تسليمًا كَثيْرًا . وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.