Minggu, 17 Juli 2011

Sunnah rasul (Contoh rasul) dalam pernikahan



Walimah pernikahan adalah sunnah muakkadah menurut jumhur ulama berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari dari Anas bin Malik bahwasannya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat bekas kuning pada Abdurrahman bin Auf, maka beliau bersabda: "Apa ini?" Dia menjawab; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya baru menikahi wanita dengan maskawin seberat biji kurma." Lalu beliau bersabda: "Semoga Allah memberkati perkawinanmu, adakanlah walimah walaupun hanya dengan seekor kambing."

Juga riwayat lainnya dari Imam Muslim dari Anas berkata; "Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengadakan jamuan makan (walimah) terhadap para istrinya -Abu kamil berkata- terhadap para istri-istrinya, seperti jamuan yang beliau adakan waktu menikahi Zainab. Ketika itu beliau menyembelih kambing."

Karena pernikahan didalam islam merupakan amal ketaatan kepada Allah swt maka perlu dihindari berbagai acara yang didalamnya terdapat perbuatan-perbuatan yang melanggar aturan-aturan Allah swt yang bisa menyebabkan hilangnya keberkahan didalamnya.

Diantara hal-hal yang seharusnya dihindari dalam acara walimatul ‘urs (pesta pernikahan):


1. Menghindari terjadinya ikhtilath (percampuran) antara para undangan laki-laki dan perempuan dalam satu majlis, termasuk dalam hal ini menyandingkan pengantin pria dan wanita di pelaminan yang disaksikan oleh seluruh undangan yang hadir sementara diantara mereka ada yang shaleh, fasik atau mungkin kafir.

Biasanya setelah disandingkan maka para undangan baik laki-laki dan perempuan berbaris memberikan ucapan kepada kedua mempelai secara bergantian yang memungkinkan terjadi persentuhan kulit atau pandangan kepada yang bukan mahramnya dan tak disangsikan lagi hal ini bisa mengundang fitnah.

Jika pada acara itu para undangan diberikan kesempatan untuk memberian ucapan selamat hendaklah para undangan pria hanya memberikan ucapan selamat kepada pengantin pria saja begitu juga dengan para undangan wanita cukup memberikan ucapan selamat kepada pengantian wanita saja sehingga tidak terjadi ikhtilat diantara mereka.

Termasuk ikhtilath adalah pengambilan foto atau gambar kedua mempelai dengan para undangan yang hadir baik dengan menggunakan kamera maupun video.

Firman Allah swt :

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat".

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.” (QS. An Nur : 30 – 31)

2. Tidak menghadirkan lagu-lagu atau para penyanyi baik laki-laki maupun perempuan yang dapat melalaikan si pendengar dari dzikrullah atau dapat membangkitkan syahwat mereka. Hindari pula penggunaan alat-alat musik didalam walimah pernikahan ini kecuali duff (rebana).

Imam Bukhari meriwayatkan dari Aisyah bahwa ia menyerahkan pengantin wanita kepada seorang laki-laki dari kalangan Anshar. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Wahai Aisyah, apakah tidak ada hiburan, sebab orang-orang Anshar senang akan hiburan?."

Imam Bukhari meriwayatkan dari Khalid bin Dzakwan ia berkata; Ar Rubayyi' binti Mu'awwidz bin 'Afran berkata; suatu ketika, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk saat aku membangun mahligai rumah tangga (menikah). Lalu beliau duduk di atas kasurku, sebagaimana posisi dudukmu dariku. Kemudian para budak-budak wanita pun memukul rebana dan mengenang keistimewaan-keistimewaan prajurit yang gugur pada saat perang Badar.”

Dibolehkan bagi anda menghadirkan nasyid-nasyid islamiyah (senandung-senandung islami) yang tidak menggunakan peralatan musik.

Markaz al Fatwa menyebutkan bahwa tidak mengapa mendengarkan nasyid-nasyid didalam beberapa kesempatan, diantaranya pada walimah pernikahan jika tidak mengandung musik dan suara-suara yang menyerupai musik (Markaz al Fatwa No. 19596)

Hal-hal lain yang perlu anda perhatikan didalam melaksanakan walimah pernikahan kelak agar sesuai dengan syariat adalah :

1. Jangan hanya mengundang orang-orang kaya tetapi juga oang-orang miskin.

Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, bahwa ia berkata; "Seburuk-buruk jamuan adalah jamuan walimah, yang diundang sebatas orang-orang kaya, sementara orang-orang miskin tidak diundang. Siapa yang tidak memenuhi undangan maka sungguh ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam."

2. Menghindari prilaku mubazir didalam pernikahan, termasuk menyebarkan undangan yang terlalu banyak melebihi seharusnya. Firman Allah swt

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا ﴿٢٦﴾
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا ﴿٢٧﴾

Artinya : “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al Isra : 26 – 27)

3. Hendaknya para undangan mendoakan kedua mempelai dengan doa-doa yang disyariatkan, seperti :

"BAARAKALLAAHU LAKA WA BAARAKA 'ALAIKA WA JAMA'A BAINAKUMAA FII KHAIRIN" (Semoga Allah memberkahimu dan senantiasa memberkahimu dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan." (HR. Abu Daud)

“ALLAHUMMA BAARIK FIIHIMA WA BAARIK FII ABNAAIHIMA” (Ya Allah berkahilah mereka berdua dan berkahilah bagi mereka berdua pada anak-anak mereka berdua.” (HR. Ath Thabrani)

4. Meminta mahar yang paling mudah bagi si lelaki.
Abu Daud meriwayatkan dari ‘Uqbah bin Amir bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Sebaik-baik mahar adalah yang paling mudah.”

Kamis, 07 Juli 2011

University of Telecomunication


[INFO] TAHUN 2012 IT TELKOM AKAN DIBUBARKAN. (mohon ditanggapi dengan Bijak) -diambil dari milis FAST-

Catatan silaturahim Pengurus FAST dengan Pak Johny Girsang (Ketua YPT).

Hari Kamis (7/7/2011) Pengurus FAST berkesempatan silaturahim dengan Pak Johny Girsang di Kantor YPT, Jln. Citarum. Ada beberapa isu penting yang sempat saya catat:

Telkom University
Tahun 2012 ditargetkan Telkom University sudah resmi berdiri. IT Telkom yang baru akan berusia 5 thn dibubarkan dan dilebur ke Telkom University bersama IM Telkom, Politeknik Telkom, Akatel, Akpar dan PDC Telkom. Selain itu akan ada Fakultas baru yang akan dibuka, dua diantaranya adalah Fak Kedokteran dan Fak Pertambangan. Untuk Fak Pertambangan rencana akan dibuka di Kalimantan menyesuaikan dengan potensi daerah setempat.


Kerja sama FAST & YPT
Sebagai bagian dari langkah pengembangan lembaga pendidikan di bawah YPT, maka akan dibentuk lembaga/perusahaan yang tugasnya menjembatani lulusan Telkom University dengan kalangan industri di luar negeri. Mirip PJKTI, tapi yang dikirim adalah tenaga profesional. Tidak hanya ke luar negeri, lembaga ini juga akan menjembatani lulusan (fresh graduate maupun yg sudah lama bekerja) dengan industri di dalam negeri. Dalam hal ini rekan-rekan alumni yang tergabung di FAST berpeluang untuk berkontribusi. Baik sebagai tenaga profesional yang akan dipromosikan ataupun terlibat langsung dalam pengelolaan lembaga ini.



Database alumni
FAST & YPT sepaham bahwa pembenahan database alumni menjadi isu sangat penting. Bahkan diharapkan suatu saat nanti database yang lengkap didukung aplikasi yang canggih bisa diakses kapan saja dan dimana saja dengan piranti apa saja, sehingga sangat membantu alumni utk menemukan alumni lain di suatu daerah ketika sedang bepergian dalam rangka bisnis/ kerja.

Optimalisasi FAST Center Jakarta
Gedung FAST Center di kawasan Bendungan Hilir Jakarta, yang merupakan pinjaman dari YPT, diharapkan bisa lebih optimal pemanfaatannya. Saat ini gedung sudah bisa disewa untuk virtual office ataupun meeting point oleh alumni yang punya bisnis di Jakarta. Selain itu dua kamar yang ada bisa pula disewa bagi alumni dari luar Jakarta yang membutuhkan penginapan murah (maaf tidak menyediakan short time :p ). Ke depan direncanakan ada kegiatan diskusi rutin di FAST Center dengan topik seputar perkembangan ICT.

nah, sekarang bingungnya, bagaimana dengan status keabsahan ijasah kita setelah IT Telkom di bubarkan? akankah masih berlaku? dan bingungnya lagi, kenapa hal ini tidak dilakukan langsung pada 2007 saja tanpa transisi dulu menjadi institut?! bukankah nantinya akan membingungkan kita sebagai alumni dan di lapangan pekerjaan juga? nah..kawan-kawan, silahkan ditanggapi.

HALAL AND HARAM...


Jelas!
Jelas! Urusan halal dan haram merupakan urusan yang sangat penting dalam agama Islam. Jangankan umat pemeluknya, manusia dan para Rasul saja diperintahkan untuk mengonsumsi yang halal dan thayyib saja.Allah berfirman, Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.(QS. 2:168) Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik (halal) yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah. (QS Al-Baqarah 172) Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik (halal), dan kerjakanlah amal yang saIeh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Mu’minuun:51) Istilah halal dan haram lebih sering berkaitan dengan perkara mu'amalat (sandang, pangan, jual-beli, dan aktifitas lain yang bukan ibadah mahdhah). Dalam muamalat, semua yang halal jelas dan yang haram jelas. Rasulullah bersabda: "Inna al-halal bayyin wa inna al-haram bayyin" [Muttafaqun 'alaihi]. Antara yang halal dengan yang haram dalam Islam dijelaskan sejelas-jelasnya. Kejelasan itu dapat dilihat dari beberapa segi 1- segi hukum syariat.

Dalam ilmu fiqh, ada satu kaidah yang akan memudahkan kita untuk menentukan hukum suatu persoalan yang menyangkut muamalah. Yaitu, "Al-Ashlu fii al-asyyaa-i al-ibaahatu hattaa yadulla ad-daliilu 'alaa at-tahriim" (Pada asalnya segala sesuatu dalam muamalah adalah boleh sampai ditemukan dalil yang menunjukkan dengan tegas keharamannya). Imam As-Suyuthi setelah mengemukakan kaidah ini mengatakan: Haadzaa madzhabunaa, Inilah madzhab kami. Dan kita tahu bersama bahwa beliau adalah salah satu tokoh penting Syafi'iyyah, madzhabnya umat Islam se-Nusantara. Bahkan dinukil dalam Syarh al-Muhadzdzab karya Imam An-Nawawi, ittifaq mayoritas ulama madzhab lain terhadap benarnya makna kaidah ini.

Dalil kaidah ini banyak, tapi cukuplah disebutkan di sini sebuah hadits yang dicantumkan oleh Imam An-Nawawi di buku sakunya yang berjudul al-Arba'in an-Nawawiyyah. Haditsnya nomor 30, silakan dilihat. Dari Abu Tsa’labah Al Khusyani, Jurtsum bin Nasyir radhiallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau telah bersabda : “ Sesungguhnya Allah ta’ala telah mewajibkan beberapa perkara, maka janganlah kamu meninggalkannya dan telah menetapkan beberapa batas, maka janganlah kamu melampauinya dan telah mengharamkan beberapa perkara maka janganlah kamu melanggarnya dan Dia telah mendiamkan beberapa perkara sebagai rahmat bagimu bukan karena lupa, maka janganlah kamu mencari-carinya”. (HR. Daraquthni, Hadits hasan)

Lantas bagaimana penerapan kaidah ini? Begini, kalau kita dihadapkan pada suatu perkara, umpamanya kita disuguhi tiga botol minuman. Botol pertama ternyata V*t, botol kedua berlabel Heinek*n, botol ketiga adalah Po*ari Sw*at. Botol pertama merupakan air putih, kita cari dulu apakah di Al-Qur'an dan hadits ada teks dalil yang menyatakan dengan tegas kehalalannya? Oh ternyata setelah membuka Al-Qur'an dan membaca sekitar 30-an kitab hadits, kita menemukan sejumlah dalil yang tegas menghalalkannya.

Di antaranya surat Al-Furqan ayat 48-49 dan hadits "Jika kalian berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma. Jika tidak ada maka berbukalah dengan air putih, karena ia suci dan mensucikan." [Diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi, dll]. Di sini jelas kita menemukan teks yang menyatakan kehalalan air putih. Maka hukumnya halal, dan silakan meminumnya. Jangan lupa ucapkan terima kasih kepada tuan rumah yang telah menyuguhkannya. Botol kedua isinya bir. Bir itu dalam bahasa arab biasa disebut khamr, alias minuman memabukkan.

Oke, kita buka kembali Al-Qur'an dan sekitar 30-an kitab hadits. Apakah ada dalil yang menegaskan keharamannya? Oh, ternyata ada banyak.
Di antaranya surat Al-Maidah ayat 90-91 dan hadits terkenal yang mirip silogisme, "Setiap minuman yang memabukkan adalah khamr. Dan setiap khamr adalah haram." [Diriwayatkan oleh Muslim, Ibnu Majah, dll].
Setelah jelas keharamannya berdasarkan dalil-dalil tersebut, maka tidak boleh lagi kita meminumnya. Ucapkan saja kepada tuan rumah yang menyuguhkan minuman ini, mohon maaf saya muslim, dalam agama saya tidak boleh meminum minuman seperti ini, tapi kalau kita bersabar, nanti di surga baru kita boleh minum khamr sepuas-puasnya.

Terus bagaimana dengan sebotol minuman isotonik? Seperti halnya metode di atas, kita kembali buka Al-Qur'an dan kitab-kitab hadits, apakah ada teks jelas yang benar-benar mengatakan kalau minuman isotonik itu halal diminum. Wah, ternyata tidak ada. Bagaimana ini? Apakah hukumnya halal ataukah haram?
Tidak usah bingung, kembali saja kepada kaidah di atas. Pada asalnya semua minuman itu halal, sampai ada teks Al-Qur'an atau hadits yang menjelaskan keharamannya. Berarti hukum minum minuman Isotonik halal-halal saja.


Kurang lebih begitulah cara kita menentukan hukum suatu hal dalam lingkup muamalah. Misalnya, hukum mengonsumsi yogurt, puding, kerak telor, dst. Walaupun memang sebenarnya kalau dirinci ada beberapa tahapan yang dilalui oleh para pakar fikih, dan itu belum waktunya saya paparkan di sini. Tapi dengan memahami kaidah di atas, insyaAllah kita tidak akan terlalu bingung. Oh iya, setelah minum sebotol minuman isotonik tadi jangan lupa berterima kasih kepada tuan rumah yang sudah menyuguhkan minuman. Hmm, waktu saya dulu kelas XI SMA, saya pernah baca artikel di sebuah tabloid, ditulis di situ bahwa idealnya yang dicantumkan dalam kemasan sebuah produk itu bukan label "halal", tapi justru label "haram". Artinya kalau tidak ada label "haram" berarti halal dikonsumsi, persis seperti kaidah di atas. Benar juga sih, khan kalau kita belanja di pasar tradisional sayur-mayur dan ikannya tidak tercantum label "halal". Dan kalau disensus yang halal itu jauh lebih melimpah dibanding yang haram, maka yang sedikit itulah yang semestinya diberi tanda pengenal. Namun tentunya para alim ulama yang duduk di MUI punya pertimbangan lain.

Mereka yang duduk di komisi fatwa adalah para ulama yang sudah dalam keilmuannya. Maka bukan termasuk akhlak yang baik kalau saya yang tidak bisa apa-apa ini mengritik mereka. Biarlah ulama yang mengritik ulama. Adapun orang awam kewajiban mereka adalah menghormati mereka dan bertanya kepada mereka jika kita bingung menghadapi permasalahan agama. Allah berfirman sebanyak 2 kali dalam al-Qur'an: Fas-aluu ahladz-dzikri in kuntum laa ta'lamuun (Bertanyalah kepada orang yang mengetahui jika kalian tidak tahu).

Allah berfirman dalam Surat yang ke-5 ayat yang ke-100: Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan." Al-Khabits itu hal-hal haram, dan ath-thayyib itu hal-hal halal, begitulah yang dinyatakan oleh Imam Al-Baghawi dan mayoritas ahli tafsir. Dan memang demikianlah faktanya. Keharaman meski banyak yang melakukan, efek negatifnya nyata sekali, apalagi di hadapan mata mereka-mereka yang dikaruniai kejernihan fitrah dan kebeningan akal.

Kita ambil contoh simpel, berganti2 pasangan (maaf) dalam hubungan seks. Orang yang berpoligami meski berganti-ganti pasangan, tidak pernah kita dapati mereka terjangkiti penyakit HIV/AIDS karena poligaminya itu. Di Utah, salah satu negara bagian AS contohnya, ada 30 ribu pelaku poligami di sana dan mereka hidup sehat-sehat saja bahkan dikaruniai keluarga besar yang sejahtera. Nabi Yakub, Dawud, Sulaiman, dan sederet nama-nama Nabi lainnya dalam Perjanjian Lama pun disebutkan bahwa mereka berpoligami, dan mereka hidup mulia dunia dan akhirat. Adapun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, sahabat sekalian bisa baca sendiri di banyak buku yang menceritakan kehidupan beliau (mis, Sirah Nabawiyyah atau Muhammad The Super Manager).

Nah, lain poligami, lain pula ML pra-nikah dan selingkuh. Saya rasa untuk hal ini sahabat-sahabat sekalian lebih paham dari saya. Maha Benar Allah yang telah menurunkan ayat Al-Maidah ayat 100 di atas. 3- segi psikologis. Dalam nomor ke-27 buku Arba'in Nawawiyah, ada dua hadits yang menjelaskan hal ini. Dari Nawwas bin Sam’an radhiallahuanhu, dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda : “Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang terasa mengaggu jiwamu dan engkau tidak suka jika diketahui manusia “ (Riwayat Muslim)

Dan dari Wabishah bin Ma’bad radhiallahuanhu dia berkata : Saya mendatangi Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, lalu beliau bersabda : Engkau datang untuk menanyakan kebaikan ?, saya menjwab : Ya. Beliau bersabda : Mintalah pendapat dari hatimu, kebaikan adalah apa yang jiwa dan hati tenang karenanya, dan dosa adalah apa yang terasa mengganggu jiwa dan menimbulkan keragu-raguan dalam dada, meskipun orang-orang memberi fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.(Hadits hasan kami riwayatkan dari dua musnad Imam Ahmad bin Hanbal dan Ad Darimi dengan sanad yang hasan)

Seorang siswa yang belum pernah menyontek sekalipun seumur hidupnya, kemudian ia tergoda untuk menyontek, saya yakin jantungnya berdegup luar biasa kencangnya. Baik sejak berniat, maupun setelah berhasil dapat contekan. Belum lagi rasa malu kalau ketahuan teman-teman, guru, apalagi orang tua. Seperti inilah fitrah yang masih suci! Ironisnya inilah yang hari ini kita ejek dengan "keluguan"! Padahal justru inilah fitrah suci yang Allah sebutkan dalam QS 30:30.

Ini semacam antivirus yang langsung memberi sinyal alert dan memberi kita pilihan ignore atau clean ketika kita melakukan dosa sekecil apapun. Inilah yang membuat jantung bergoncang beberapa 'richter' saat pertama kali hendak mencicipi beberapa gram marijuana. Ini pulalah yang membuat seorang aktivis dakwah merah padam wajahnya karena malu, ketika kepergok makan berdua di kantin dengan gadis yang bukan mahramnya. Ini pulalah yang merangsang kelenjar keringat mengucurkan beberapa mililiter keringat dingin di kening seorang pejabat waktu pertama kali menyunat dana BOS. Tapi bagaimana kalau ia setelah itu ia malas meng-update antivirusnya, atau bahkan mulai membiasakan diri melakukan keharaman?




Hadits berikut menjelaskan apa yang akan terjadi, "Fitnah-fitnah akan mendatangi hati bagaikan anyaman tikar yang tersusun seutas demi seutas. Maka hati mana saja yang menyerapnya akan ditorehkan padanya satu titik hitam. Dan hati mana saja yang mengingkarinya akan ditorehkan padanya satu titik putih hingga menjadilah keadaan dua jenis hati tadi. Hati yang sangat putih bagaikan batu putih yang sangat licin tidak akan ada satu fitnahpun yang akan memudhorotkannya selama langit dan bumi masih ada. Sedangkan hati yang lain adalah hati yang hitam dan kotor bagaikan gelas yang terbalik. Hati yang tidak mengetahui perkara yang ma'ruf dan tidak pula mengingkari perkara yang mungkar kecuali yang mencocoki hawa nafsunya." [HR. Muslim]

Allah juga berfirman di surat Ash-Shaff, falammaa zaaghuu azaaghallahu quluubahum. (Tatkala mereka berpaling, Allah palingkan pula hati-hati mereka). Itulah yang terjadi pada diri siswa tadi. Ia pun akhirnya terbiasa menyontek via lirikan mata, lalu ia merasa bahwa itu sudah membosankan dan hasilnya masih belum mantap. Maka ia pun melangkah ke jenjang selanjutnya, menyontek via bisikan-bisikan, kemudian via robekan kertas yang disebar di kelas dengan media rautan pensil yang besar, lalu meningkat hingga membagi-bagi jawaban via HP, lalu mulai berani membocorkan jawaban soal sebelum soal ujian dibagikan (ajaib, ya?), lalu terjadilah apa yang terjadi (yang sebenarnya tidak terlalu mengejutkan), yaitu pencontekan (sontekan) massal.

Sahabatku tercinta, begitu pulalah yang terjadi pada diri seorang pecandu NAPZA, begitu pulalah perzinaan, begitu pulalah korupsi, dan begitu pulalah proses dosa-dosa kita yang lain. Semua diawali dengan hal-hal kecil, sebagaimana kobaran si jago merah yang menghanguskan ratusan kios di sebuah kawasan bisnis awalnya hanyalah sebuah percikan listrik. Allah berfirman: ” Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.(QS. 2:168) Allah menyatakan di ayat tadi dengan kata "khuthuwaat", "langkah-langkah".

Setan dan bala tentara sejatinya bekerja dengan tahapan-tahapan yang dirancang sedemikian rupa dengan perhitungan yang matang. Setan tidaklah mengajak orang shalih langsung berbuat dosa besar, tapi ia menggiringnya step by step melalui dosa-dosa kecil hingga akhirnya ia pun dengan legowo melakukan dosa besar. Makanya jangan heran kalau perkara-perkara halal dan haram yang sudah jelas dalam agam Islam ini lama-kelamaan semakin tipis perbedaannya di benak mayoritas kita akibat kesucian fitrah kita yang kian terabrasi oleh apa yang disebut dengan arus 'modernisasi'.

Tapi kita mesti yakini dan harapkan masih ada di dalam hati saudara-saudara kita yang sudah terjerumus dalam dosa-dosa besar perasaan bersalah dan keinginan untuk bertaubat. Bukankah Allah Maha Penyayang kepada hamba-hambaNya sehingga ia sisipkan di hatinya rasa ingin bertaubat? Tinggallah ia memilih, akan menyambutnya atau mengabaikannya. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang dijauhkan dari menikmati keharaman dan diberi kesempatan bertaubat sebelum ajal menjemput.***
Oleh: Nur Fajri Romadhon

Lyrics slice of heart


It’s so hard to explain
What I’m feeling
But I guess it’s ok
Cause I’ll keep believing
There’s something deep inside
Something that’s calling
It’s calling you and I
It’s taking us up high

Healing, a simple act of kindness bring such meaning
A smile can change a life let’s start believing
And feeling, let’s start healing

Heal and you will be healed
Break every border
Give and you will receive
It’s nature’s order
There is a hidden force
Pulling us closer
It’s pulling you and I
It’s pulling us up high to…

Healing, a simple act of kindness brings such meaning
A smile can change a life lets start believing
And feeling, let’s start healing

Hearts in the hand of another heart and in God’s hand are all hearts
An eye takes care of another eye and from God’s eye nothing hides
Seek only to give and you’ll receive
So, heal and you will be healed



Lyrics co-written: Dr Walid Fataihi

Music: Sami Yusuf

Menikah or married is not just a love

Poto copas nih dr internet

Akad di saat seseorang melaksanakan aqad pernikahan, maka ia akan mendapatkan banyak ucapan do’a dari para undangan dengan do’a keberkahan sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW; “Semoga Allah memberkahimu, dan menetapkan keberkahan atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” Do’a ini sarat dengan makna yang mendalam, bahwa pernikahan seharusnya akan mendatangkan banyak keberkahan bagi pelakunya. Namun kenyataannya, kita mendapati banyak fenomena yang menunjukkan tidak adanya keberkahan hidup berumah tangga setelah pernikahan, baik di kalangan masyarakat umum maupun di kalangan keluarga du’at (kader dakwah). Wujud ketidakberkahan dalam pernikahan itu bisa dilihat dari berbagai segi, baik yang bersifat materil ataupun non materil.

Munculnya berbagai konflik dalam keluarga tidak jarang berawal dari permasalahan ekonomi. Boleh jadi ekonomi keluarga yang selalu dirasakan kurang kemudian menyebabkan menurunnya semangat beramal/beribadah. Sebaliknya mungkin juga secara materi sesungguhnya sangat mencukupi, akan tetapi melimpahnya harta dan kemewahan tidak membawa kebahagiaan dalam pernikahannya.

Seringkali kita juga menemui kenyataan bahwa seseorang tidak pernah berkembang kapasitasnya walau pun sudah menikah. Padahal seharusnya orang yang sudah menikah kepribadiannya makin sempurna; dari sisi wawasan dan pemahaman makin luas dan mendalam, dari segi fisik makin sehat dan kuat, secara emosi makin matang dan dewasa, trampil dalam berusaha, bersungguh-sungguh dalam bekerja, dan teratur dalam aktifitas kehidupannya sehingga dirasakan manfaat keberadaannya bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

Realitas lain juga menunjukkan adanya ketidakharmonisan dalam kehidupan keluarga, sering muncul konflik suami isteri yang berujung dengan perceraian. Juga muncul anak-anak yang terlantar (broken home) tanpa arahan sehingga terperangkap dalam pergaulan bebas dan narkoba. Semua itu menunjukkan tidak adanya keberkahan dalam kehidupan berumah tangga.

Memperhatikan fenomena kegagalan dalam menempuh kehidupan rumah tangga sebagaimana tersebut di atas, sepatutnya kita melakukan introspeksi (muhasabah) terhadap diri kita, apakah kita masih konsisten (istiqomah) dalam memegang teguh rambu-rambu berikut agar tetap mendapatkan keberkahan dalam meniti hidup berumah tangga ?

1. Meluruskan niat/motivasi (Ishlahun Niyat)

Motivasi menikah bukanlah semata untuk memuaskan kebutuhan biologis/fisik. Menikah merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT sebagaimana diungkap dalam Alqur’an (QS. Ar Rum:21), sehingga bernilai sakral dan signifikan. Menikah juga merupakan perintah-Nya (QS. An-Nur:32) yang berarti suatu aktifitas yang bernilai ibadah dan merupakan Sunnah Rasul dalam kehidupan sebagaimana ditegaskan dalam salah satu hadits : ”Barangsiapa yang dimudahkan baginya untuk menikah, lalu ia tidak menikah maka tidaklah ia termasuk golonganku” (HR.At-Thabrani dan Al-Baihaqi). Oleh karena nikah merupakan sunnah Rasul, maka selayaknya proses menuju pernikahan, tata cara (prosesi) pernikahan dan bahkan kehidupan pasca pernikahan harus mencontoh Rasul. Misalnya saat hendak menentukan pasangan hidup hendaknya lebih mengutamakan kriteria ad Dien (agama/akhlaq) sebelum hal-hal lainnya (kecantikan/ketampanan, keturunan, dan harta); dalam prosesi pernikahan (walimatul ‘urusy) hendaknya juga dihindari hal-hal yang berlebihan (mubadzir), tradisi yang menyimpang (khurafat) dan kondisi bercampur baur (ikhtilath). Kemudian dalam kehidupan berumah tangga pasca pernikahan hendaknya berupaya membiasakan diri dengan adab dan akhlaq seperti yang dicontohkan Rasulullah saw.

Menikah merupakan upaya menjaga kehormatan dan kesucian diri, artinya seorang yang telah menikah semestinya lebih terjaga dari perangkap zina dan mampu mengendalikan syahwatnya. Allah SWT akan memberikan pertolong-an kepada mereka yang mengambil langkah ini; “ Tiga golongan yang wajib Aku (Allah) menolongnya, salah satunya adalah orang yang menikah karena ingin menjaga kesucian dirinya.” (HR. Tarmidzi)

Menikah juga merupakan tangga kedua setelah pembentukan pribadi muslim (syahsiyah islamiyah) dalam tahapan amal dakwah, artinya menjadikan keluarga sebagai ladang beramal dalam rangka membentuk keluarga muslim teladan (usrah islami) yang diwarnai akhlak Islam dalam segala aktifitas dan interaksi seluruh anggota keluarga, sehingga mampu menjadi rahmatan lil ‘alamin bagi masyarakat sekitarnya. Dengan adanya keluarga-keluarga muslim pembawa rahmat diharapkan dapat terwujud komunitas dan lingkungan masyarakat yang sejahtera.

2. Sikap saling terbuka (Mushorohah)

NikahSecara fisik suami isteri telah dihalalkan oleh Allah SWT untuk saling terbuka saat jima’ (bersenggama), padahal sebelum menikah hal itu adalah sesuatu yang diharamkan. Maka hakikatnya keterbukaan itu pun harus diwujudkan dalam interaksi kejiwaan (syu’ur), pemikiran (fikrah), dan sikap (mauqif) serta tingkah laku (suluk), sehingga masing-masing dapat secara utuh mengenal hakikat kepribadian suami/isteri-nya dan dapat memupuk sikap saling percaya (tsiqoh) di antara keduanya.

Hal itu dapat dicapai bila suami/isteri saling terbuka dalam segala hal menyangkut perasaan dan keinginan, ide dan pendapat, serta sifat dan kepribadian. Jangan sampai terjadi seorang suami/isteri memendam perasaan tidak enak kepada pasangannya karena prasangka buruk, atau karena kelemahan/kesalahan yang ada pada suami/isteri. Jika hal yang demikian terjadi hal yang demikian, hendaknya suami/isteri segera introspeksi (bermuhasabah) dan mengklarifikasi penyebab masalah atas dasar cinta dan kasih sayang, selanjutnya mencari solusi bersama untuk penyelesaiannya. Namun apabila perasaan tidak enak itu dibiarkan maka dapat menyebabkan interaksi suami/isteri menjadi tidak sehat dan potensial menjadi sumber konflik berkepanjangan.

3. Sikap toleran (Tasamuh)
usilo pada 26 April 2009

pernikahanDalam Annual Report tahun 2004, UNFPA sebuah badan PBB yang menangani masalah kependudukan antara lain merekomendasikan perlunya penanganan serius terhadap hubungan antar generasi yang kurang harmonis, serta perhatian lebih besar terhadap masalah remaja.

Rekomendasi tersebut tampaknya cukup beralasan bila kita cermati realitas kondisi sosial masyarakat. Di Jakarta misalnya, tawuran pelajar belum juga mereda. Penggunaan NAZA bahkan sudah merambah pedesaan, juga fakta pelacuran ABG yang membuat kita semua terperangah. Angka pengidap HIV dipercaya berkisar ratusan ribu orang sampai tahun 2010 nanti, dan akhirnya hati kita semakin terpilin perih oleh kenyataan merebaknya anak jalanan akhir-akhir ini.



Penelaahan kita pada berbagai fakta di atas membawa kita pada perkiraan “something wrong is going on“. Kita dihadapkan pada kenyataan kegelisahan sosial yang semakin bergolak. Kita melihat wajah-wajah hampa tak tentu tujuan, kita pun bisa merasakan ada hati-hati yang sepah, senyap, dan begitu asing dari kehangatan. Kita tahu itu semua. Hanya kemudian, kita belum memutuskan, apakah kita akan sungguh sungguh hadir dan menghadirkan realitas itu dalam ruang kepedulian kita?

Berbagai ekspresi ketidakseimbangan sosial yang kita lihat menggambarkan kebutuhan yang sangat mendesak terhadap situasi yang lebih kondusif sesuai fitrah manusia. Situasi yang membuat semua orang menjadi berdaya dan mampu menghadapi berbagai terpaan sosial. Situasi yang sedemikian itu, keluargalah yang mampu memberikannya.

Keluarga sebagai basis inti masyarakat, adalah wahana yang paling tepat untuk memberdayakan manusia dan ‘mencekal’ berbagai bentuk frustasi sosial, ini adalah hal yang aksiomatis dan universal. Masyarakat Eropa misalnya, saat ini para sosiolog mereka merasa gelisah karena prediksi kepunahan bangsa. Betapa tidak, tatanan, sakralitas dan antusiasme terhadap keluarga sudah tipis sekali di kalangan muda mereka. Ini tentu saja berdampak buruk terhadap angka pertumbuhan penduduk. Hingga iming-iming berbagai hadiah dan fasilitas dari pemerintah bagi ibu yang melahirkan dan keluarganya, tidak membuat mereka bergeming. Berbagai penyakit sosial pun muncul. Mulai dari angka bunuh diri yang tinggi hingga anomali kemanusiaan yang lain.

Ini adalah saat yang tepat untuk memberi perhatian yang lebih besar terhadap keluarga, khususnya dalam skala nasional. Berbagai pelajaran di atas menyuarakan hal ini. Dan ini adalah tugas kita bersama.


I. Arti Pernikahan dalam Islam

Dalam menganjurkan ummatnya untuk melakukan pernikahan, Islam tidak semata-mata beranggapan bahwa pernikahan merupakan sarana yang sah dalam pembentukan keluarga, bahwa pernikahan bukanlah semata sarana terhormat untuk mendapatkan anak yang sholeh, bukan semata cara untuk mengekang penglihatan, memelihara fajar atau hendak menyalurkan biologis, atau semata menyalurkan naluri saja. Sekali lagi bukan alasan tersebut di atas. Akan tetapi lebih dari itu Islam memandang bahwa pernikahan sebagai salah satu jalan untuk merealisasikan tujuan yang lebih besar yang meliputi berbagai aspek kemayarakatan berdasarkan Islam yang akan mempunyai pengaruh mendasar terhadap kaum muslimin dan eksistensi ummat Islam.

II. Fungsi Keluarga dalam Islam

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, perlu diberdayakan fungsinya agar dapat mensejahterakan ummat secara keseluruhan. Dalam Islam fungsi keluarga meliputi :

akadA. Penerus Misi Ummat Islam

Dalam sejarah dapat kita lihat, bagaimana Islam sanggup berdiri tegap dan tegar dalam menghadapi berbagai ancaman dan bahaya, bahkan Islam dapat menyapu bersih kekuatan musryik dan sesat yang ada, terlebih kekuatan Romawi dan Persia yang pada waktu itu merupakan Negara adikuasa di dunia.

Menurut riwayat Abu Zar’ah Arrozi bahwa jumlah kaum muslimin ketika Rasulullah Saw wafat sebanyak 120.000 orang pria dan wanita [1]. Para sahabat sebanyak itu kemudian berguguran dalam berbagai peperangan, ada yang syahid dalam perang jamal atau perang Shiffin. Namun sebagian besar dari para syuhada itu telah meninggalkan keturunan yang berkah sehingga muncullah berpuluh “singa” yang semuanya serupa dengan sang ayah dalam hal kepahlawanan dan keimanan. Kaum muslimin yang jujur tersebut telah menyambut pengarahan Nabi-nya: “Nikah-lah kalian, sesungguhnya aku bangga dengan jumlah kalian dari ummat lainnya, dan janganlah kalian berfaham seperti rahib nashrani” [2].

Demikianlah, berlomba-lomba untuk mendapatkan keturunan yang bermutu merupakan faktor penting yang telah memelihara keberadaan ummat Islam yang sedikit. Pada waktu itu menjadi pendukung Islam dalam mempertahankan kehidupannya.

B. Perlindungan Terhadap Akhlaq

Islam memandang pembentukan keluarga sebagai sarana efektif memelihara pemuda dari kerusakan dan melidungi masyarakat dari kekacauan. Karena itulah bagi pemuda yang mampu dianjurkan untuk menyambut seruan Rosul.

“Wahai pemuda! Siapa di antara kalian berkemampuan maka menikahlah. Karena nikah lebih melindungi mata dan farji, dan barang siapa yang tidak mampu maka hendaklah shoum, karena shoum itu baginya adalah penenang” ( HR.AL-Khosah dari Abdullah bin Mas’ud ).

C. Wahana Pembentukan Generasi Islam

Pembentukan generasi yang handal, utamanya dilakukan oleh keluarga, karena keluargalah sekolah kepribadian pertama dan utama bagi seorang anak. Penyair kondang Hafidz Ibrohim mengatakan: “Ibu adalah sekolah bagi anak-anaknya. Bila engaku mendidiknya berarti engkau telah menyiapkan bangsa yang baik perangainya“. Ibu sangat berperan dalam pendidikan keluarga, sementara ayah mempunyai tugas yang penting yaitu menyediakan sarana bagi berlangsungnya pendidikan tersebut. Keluarga-lah yang menerapkan sunnah Rosul sejak bangun tidur, sampai akan tidur lagi, sehingga bimbingan keluarga dalam melahirkan generasi Islam yang berkualitas sangat dominan.

D. Memelihara Status Sosial dan Ekonomi

So marrid g hanya seneng2 tapi ada tanggung jawab, cinta pengorbanan dan ibadah... ok



Copy Posted from meisusilo pada 26 April 2009

Senin, 04 Juli 2011

India movement


India or hindustan is once of a large asian country that has million resident. With thousand potential resources India has a lot of positive and negative values.

I ever saw how the intellegence of india student that has a big spirit and creativity to study a lot of subjects and improve their knowledge. In another case we can compare the India government that have concern to low cost technology and focus on the education, industrial, IT and telecomunication. So they can be a important competitor for development country.

India is a creative country that has a lot of to use their nature, environment become a source that support their expand in technology. Coz now you can see the advance of IT in Asia that pioneered by India and china. India has a good skill and proudly to use their ownself product than other.

In Indonesian we ever know the motto "Swa sembada" or support our self by using our product. And this motto is hold on by India until now, they proud to use equipment that produce by it self country (India ).

They use simple technology, may be it will look so mesh up or weird but it works to solve their problem. They try to take a step front betwen development country by use technology in IT and telecomunication. This is a far movement and long term project start from now.

For the result, now you can take a consult with India lawyer whenever you just stay in U.S.or UK or others.. and you can choose indian doctor that cheaper with good skill.. and may be you use mobile communication that pruducted by India.




So we have a big question now...
When indonesiawill be similar as India movement ??

i think time is now
1. when Indonesian people try to love their environment, resource etc better than other and they skip their big selfish from their mind
2. When Indonesian people choose better in study and work that use a lot of usefull to other
3. When indonesian people be honest no coruption and good governance
4. When Indonesian people focus on their specific job and try to love their own product.

Jumat, 01 Juli 2011

Hari TKI sedunia


“Mbak, ini siapa yang masak..?” Andi bertanya kepada mbak Ella yang menjawab dengan ragu-ragu.

“Sssayaa, den…” jawab mbak Ella, pembantu rumah yang baru berusia 17 tahun, dengan takut-takut.

“Enak mbak, besok bikin lagi kayak gini yaa..” Andi menjawab sambil meneruskan kunyahan kedua, ketiga dan tak terasa sudah dua piring habis, rawon daging yang lembut dengan telur asin yang sedap, cocok sekali untuk menu siang hari yang terik.

“Nyesss… Alhamdulillah,” bisik si mbak, pembantu baru rumah Andi yang baru 5 bulan kerja dirumah itu. Rumah bertingkat dua yang penuh perabot dan banyak ruangan yang tentu saja sebetulnya sangat melelahkan bagi siapapun yang bertugas membersihkannya,

Rumah yang sepi tanpa ibu, karena ibu pulang kerja sore hari dan kehadiran si mbak membuat rumah menjadi lebih teratur, rapih dan bersih. Semua barang tidak ada lagi yang berserakan. Koran-koran tertumpuk rapih, amplop-amplop permintaan sumbangan, kuitansi belanjaan, rekening listrik, undangan pak RT, sampai surat pemberitahuan dari RT/RW mengenai siapa-siapa saja yang bertugas membuatkan jatah makan malam buat satpam yang jaga malam di kompleks rumah itu, tersusun rapih. Hal ini tentunya sangat memudahkan bagi siapa saja penghuni rumah besar itu.

Di sore hari yang sepi, hanya tukang roti yang sesekali menawarkan dagangannya lalu nyanyian es krim walls dengan sepedanya mengelilingi kompleks rumah, mengiring teriakan yang mengagetkan Alia, anak bungsu dirumah itu. Bungsu gelarnya, namun tinggi badan sudah hampir 170 cm dan dari peringkat usia pun lebih tua sebetulnya dari mbak Ella. Kalau Ella berusia 17 tahun sementara Alia sudah 18 tahun. Alia sudah lulus SMU, dengan nilai UN tinggi sekali 54, 75, kira kira rata-ratanya 9 lebih. Hal ini menunjukkan bahwa Alia adalah anak yang pandai.

Amat disayangkan perlakuan Alia kepada mbak Ella yang membantu dirumahnya tidak menunjukkan kepandaiannya.

“Mbakkkkkkkkkk Ellllllaaaaaaa, siiiiinnnnniiii..!!!!!” jeritan Alia melengking dan membuat mbak Ella terlonjak, kecut hatinya dan kaki-kaki kecilnya naik ke lantai dua, kamar non Alia yang besar dan indah.

“Yaa non,” jawab mbak Ella penuh pengabdian.

“Mana baju saya yang pink, juga kaset CD yang saya taruh disini, dimana mbak,,? kenapa sih barang-barang di rumah ini selalu hilang, gak ada yang beres, semuanya berantakan, kayak ada siluman di rumah ini, cepat cariin mbak, saya mau pakai.!” Alia mencak-mencak dan membanting tubuhnya sendiri ke atas kasur empuk sambil mendengarkan musik di iphone. Sungguh, mbak Ella jadi bingung, “Kaos pink yang mana..? begitu banyak kaos dirumah ini..? juga CD? CD yang mana..? setiap kamar ada kaset-kaset CD dan jumlahnya bukan satu atau dua, namun puluhan… akh…” sejenak mbak Ella bingung.



“Jangan diam saja dong mbakkk, cariiii. Cepetaaannn..” ajuk Alia lagi dengan wajah bersungut-sungut seakan-akan semua barang di rumah besar ini adalah tanggung jawab sang pembantu rumah. Belum selesai mencari CD dan kaos berwarna pink, terdengar teriakan dari bawah. Ternyata ayah minta dicarikan bola tenis dan sepatu tenisnya. Ayah minta dicarikan sekarang juga, karena jadwal tenis ayah sebentar lagi dan ayah mengatakan ”cepat cari La, saya harus pergi sekarang..”

“Ohhh.. pak dan non, tangan saya hanya dua..” Ella kecil pun berlari kesana-kemari, mencari semua barang yang diminta namun terlebih dahulu Ella masuk dapur untuk mematikan kompor yang berisi kuah sup, tanpa lupa pula menutup ayam yang baru dipotong-potong dimana si kucing melotot dengan penuh semangat dari balik pintu kaca pembatas taman belakang dengan dapur. Kasihan mbak Ella, tangannya hanya dua, namun pekerjaannya seratus dua. Dan semua menuntut harus cepat, segera, seketika, saat ini juga.!

“Mi,” suamiku berucap lirih, “kasihan sekali ni, ada seorang TKW kita di Arab Saudi terkena hukum pancung karena membunuh anggota keluarga sang majikan, dan keluarga majikan menolak memberi maaf sehingga sang pembantu akhirnya dihukum pancung oleh pemerintah Saudi.” Koran yang ku raih dari tangan suamiku, membuat hatiku gemetar dan ingin berteriak sekuatnya, “Yaa Allah, mengapa harus dipancung..? mengapa dia membunuh majikannya, kasihan dia.” Aku pernah merasakan berkali-kali rumah tanpa pembantu, betapa beratnya, kerjaan menumpuk, cucian begitu banyak, baru dibersihkan satu ruangan sudah menunggu ruangan berikut, belum lagi, selera makan anak yang berubah-ubah, lalu garasi yang kotor, kamar mandi yang sudah mulai lengket dan sedikit lumutan, lalu beras habis dikala tubuh sangat lelah untuk membeli beras ke warung, sementara suami dan anak-anak mau pulang namun lauk belum siap, ketika lauk-pauk siap pun, piring kotor menanti untuk segera dibersihkan, berebut gula dengan semut karena toples gula lupa ditutup.

Ohh, betapa kehadiran pembantu rumah, asisten rumah, kawan yang sangat menolong dan begitu diperlukan. Sampai hati para majikan membuat prahara bagi pembantu rumah tangga yang mereka juga adalah manusia, wanita, dengan gaji kecil bahkan lebih rendah dari supir yang kerjanya terlihat lebih enak , duduk-duduk saja, jalan-jalan naik mobil mewah. Pembantu rumah tangga adalah pekerjaan yang paling berat namun dengan gaji yang paling kecil. Kalau perlu, coba dihitung lagi oleh menteri tenaga kerja, berapa gaji yang harus diterima seorang pembantu rumah tangga dengan melihat perasaannya, anak-anak yang ditinggalkannya, rasa bosannya, juga lelahnya serta hitunglah perkamar, maka sebetulnya pekerjaan pembantu rumah tangga adalah perkerjaan yang berat di dunia ini karena tidak ada waktu libur, tidak ada waktu santai, bahkan sekedar ber-sms pun seringkali dilirik oleh majikan dengan ungkapan sinis ”pacaran melulu..”

Belum lagi bila harus dikirim ke luar negeri, aku paham perasaan TKW yang dipancung, mungkin dia sudah gak tahan lagi diperlakukan dengan kejam oleh majikan dan anggota keluarga lain, diperlakukan seperti budak, dimana jaman perbudakan sudah tidak ada lagi, tanpa ada yang mampu menolong…

Bila ada hari, maka buatlah hari pembantu, hari khadimah, hari asisten rumah tangga dengan sejuta award, dari perusahaan tukang sapu, dari perusahaan sabun cuci, dari perusahaan buah-buahan, garam dan gula, yang mana benda-benda inilah yang paling sering dipakai oleh para pembantu. Senangkanlah mereka, berilah libur barang sehari dalam seminggu, perlakukan mereka sebagaimana diri kita diberikan waktu istrahat yang cukup. Biarkan mereka menunggu hari yang menyenangkan sehingga jasa mereka begitu dihargai.

Aku pernah ungkapkan pada sahabatku, betapa tanpa mereka, dakwah ini tidak berjalan. Tanpa mereka, bajuku lecek tak keruan, tanpa mereka aku gak bisa seperti ini dan mereka menduduki tempat teratas ketika pembagian THR tiba. Dengan jumlah yang sangat spadan, tak ada lungsuran tas, tak ada tas bekas untuk mereka, sebagaimana mereka berikan tenaga baru untuk kami, maka kami berikan tas baru untuk mereka, tidak ada tas bekas untuk mereka, karena merekapun tak pernah memberikan bekas tenaga, selalu tenaga baru di pagi hari.

Beri mereka hari yang selalu ditunggu kalau perlu setiap minggu.

“Happy mbak Ella’s day, happy mbok Inem’s day… happy thank you’s day..”

(Aku persembahkan tulisan ini dengan cinta dan terima kasih yang dalam kepada berjuta-juta mbok Inem, mbak Nah, mbak Tuti dan lain lain, yang telah menjaga anak-anak kita dan membantu pekerjaan rumah tangga kita, sehingga kita bisa menjadi seperti ini..)

Copas dari tulisan seorang ibu di majalah eramuslim.com

Marriage and polygami


Source: Ya Allah, I do not Want to Own!
by : (Burhan work Sodiq)

The phenomenon of increasing number of women who delayed marriage (spinster) into one frightening case now, most of the teeny-teeny threatening our Islamic community, even in the whole world. Here let us listen to one of their cries:

Al-Usrah Magazine edition 1420 80 Dzulqa'dah H wrote screams a spinster from Medina Munawaroh, "At first I really hesitated before writing to you because of fear of women because I know that they will say that I was already crazy, or possessed. However, the reality that I experienced and also experienced by large numbers of older virgins, that no one knows it, making me the courage. I will write my story briefly.

When I was started approximately 20 years, I was like any other girl dreams of a young man who multazim and noble. My first build thinking and expectations; how we will live and how we educate our children ... and .. and ...

I was one of the most combat ta'adud (polygamy). Only just heard people say to me, "So and so married again the second", without realizing I pray that he is wretched. I said, "If I was the first wife-who-must have been I would dump him, as he had dumped me '. I often discuss with my brother and sometimes with my uncle about the problem ta'addud. They try so that I would receive ta'addud, while I remain stubbornly refused to accept shariah ta'addud. I told them, 'Impossible other women will be together with me to accompany my husband. " Sometimes I was the cause of problems-problems between husband and wife because he wanted to forge his first wife; I menghasutnya so she fought to her husband.

Anyway, the day went by while I'm still waiting for my dream boy. I'm waiting ... but he has not come and I still kept waiting. Nearly 30 years I was on hold. It has been over 30 years ... oh divine, what should I do? Do I have to go out to look for the groom? I can not afford, people will say this woman has no shame. So, what will I do? Nothing I can do, apart from waiting.
On a day when I was sitting, I heard one of the women said, 'Fulanah become an old maid. " I said to myself, "Poor Fulanah become an old maid," but ... fulanah which meant it was me. O divine! Indeed it is my name ... I've become an old maid. However I describe it to you, you will not be able to feel it. I am faced with a reality as a spinster. I started repeating the calculations-calculations, what I do?



Time passed, days after another, and I want to scream. I want a husband, a man where I take shelter under the shade, to help resolve problems ... My brother-problemaku that men do not melalaikanku one bit, but he is not like a husband. I want to live, wanted to give birth, and enjoy life. However, I can not say these words to men. They'll say, "This woman is not ashamed." There's nothing I can do other than silence. I laugh ... but not from my heart. Do you want me laugh, hold my hand while embers? I am not able ...

One day, most big brother came to me and said, "Today has come the bride and groom, but I reject it ..." Without being felt I said, 'Why are you doing? It should not be! "He said to me," Because he wanted you for a second wife, and I know you really fight ta'addud (polygamy). " I almost screamed at him, "Why do not you agree?" I am willing to be the wife of the second, or third, or fourth ... Both my hands in the fire. I agree, yes I used to fight ta'addud, now accept it. My brother said, "It's too late"

Now I know the wisdom in ta'addud. The wisdom of this has made me accept, what about the wisdom of the other lessons? O Allaah, forgive my sins. Indeed, I first do not know. These words I addressed to men, "Berta'addud-lah, nikahilah one, two, three, or four capable and fair terms. I remind you

with his words, "... So get marriage for yourselves what is good for you from a woman, two, or three, or four, so if you're afraid of not able to be fair, the one ..." save us. We are human beings like you, feel the pain as well. Cover us, have mercy on us. "

And the following words I addressed to my sister who had married Muslim women, "great full thanks favors this because you do not feel the heat of the fire to be an old maid. I hope you do not get angry if your husband wanted to marry again with another woman. Do not stop, but encourage her. I know that this is very heavy on you. However, the Expect reward from Allah. Look at the situation suadarimu who become spinsters, women who divorced, and widows, who will protect them? Suppose he is your sister, you will definitely get a huge reward with patience "

You may say to me, "There will come a bachelor who would marry her." I say unto you, "Look at the population census. Indeed the number of women more than men. If any man married to one woman, surely many of us women who become spinsters. Do not just think of yourself only. However, think also your sister. Suppose you are in a position ".


You might also say, "All that is not important to me, the important thing my husband did not marry again." I say unto you, "Hands in the water not like a hand in the fire. This might occur. If your husband remarried with another woman, know that this world is transitory, the eternal akhiratlah. Do not be selfish, and do not cover the sisters of these blessings. It will not be perfect faith in someone that he loves for his brother what he loves for himself ".

Note:
I had ever read several times for this article, its very wisdom for us to share our beloved with other by polygami. As Al-Quran say it legalized but you must think at first.
Are you really need it? or are you have been ready for polygami..?? or you just make it break up by your act. So if you wanna have polygami prepare your self at first your attitude, soul, religion faith and etc...

Kamis, 30 Juni 2011

Cinta kepada Allah dan Surga


1. Barang siapa yang kecintaannya kepada Allah tidak menghalanginya dari berbuat dosa maka sungguh cintanya dusta.

Cinta kepada Allah
Cinta yg dibangun krn Allah akan menghasilkan kebaikan yg sangat banyak dan berharga. Ibnul Qayyim dlm Madarijus Salikin berkata: ”Sebagian salaf mengatakan bahwa suatu kaum telah mengaku cinta kepada Allah lalu Allah menurunkan ayat ujian kepada mereka:

“Katakanlah: jika kalian cinta kepada Allah mk ikutilah aku niscaya Allah akan mencintai kalian.”
Mereka berkata: “ ‘Niscaya Allah akan mencintai kalian’ ini adl isyarat tentang bukti kecintaan tersebut dan buah serta faidahnya. Bukti dan tanda adl mengikuti Rasulullah  faidah dan buah adl kecintaan Allah kepada kalian. Jika kalian tdk mengikuti Rasulullah  mk kecintaan Allah kepada kalian tdk akan terwujud dan akan hilang.”
Bila demikian keadaan mk mendasarkan cinta kepada orang lain karena-Nya tentu akan mendapatkan kemuliaan dan nilai di sisi Allah. Rasulullah  bersabda dlm hadits yg diriwayatkan dari Anas bin Malik :
“Tiga hal yg barangsiapa ketiga ada pada diri niscaya dia akan mendapatkan manis iman. Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lbh ia cintai daripada selain kedua dan hendaklah dia mencintai seseorang dan tidaklah dia mencintai melainkan krn Allah dan hendaklah dia benci utk kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan dia dari kekufuran itu sebagaimana dia benci utk dilemparkan ke dlm neraka.”

2. Barangsiapa cinta kepada surga namun tidak menginfakkan hartanya dijalan Allah meka cintanya itu dusta

Imama adzahabi jangan kamu berharap orang mengorbankan jiwanya kalau dia tidak mau menginfakkan hartanya di jalan Allah sesuai kutipan dari al-Quran
wa jahadu biamwalihim wa anfusihim fi sabilillah (Dan berjihadlah dijalan Allah dengan jiwa dan raga)
Jadi kecintaan dalam isalam tterhadap surga bukan hanya diucapan saja tapi juga dalam ucapan dan perbuatan

3. Barangsiapa merasa cinta kepada Rasulullah tapi tidak mau menginfakkan hartanya pada orang miskin maka cintanya dusta.

Betapa banyak ayat, hadis dan dalil yang memerintahkan kita untuk berinfak di jalan Allah sampai2 ada perintah untuk berzakat dll. Dan zakat dalam artian memberikan sebagian harta kepada fakir miskin menjadi esensi pokok dari rukun iman

Miskin secara adalah kalau di indonesia adalah orang2 yang berada dibawah standard kehidupan normal. Dan standard syari dalam 1 tahun tidak bisa mengeluarkan zakat yaitu 48 gram emas meskipun punya penghasilan tetap.Meskipun begitu akan sangat bijak kalau kita melihat orang2 miskin yang hidup dibawah standard normal orang indonesia bisa dibantu

Dari ketiga definisi cinta yang ada sudahkah cinta kita kepadaAllah, surganya dan islam dibuktikan dalam tindakan dan keseharian kita..?? jika belum tanyakan pada diri anda
Mengapa???

Prinsip Seorang Muslim


Ada 8 nasehat seorang ulama' (Hatim al a'sham) kepada muridnya masalah yang hendaknya kita gali dan kita praktikkan:

1. Bila seorang manusia mendapatkan apa yang dia senangi dan ketika akan mati dia meninggalkan semuanya. Namun aku lihat amal salih lah yang hanya akan menyertai seseorang. Maka aku berusaha untuk mencintai amal salih lebih dari apa yang ada.
Q.S. alkahfi : 18

Begitu terbentang amal salih, dan definisi amal salih adalah apa yang dicontohkan oleh rasulullah bukan kreasi atau rangakaian ibadah yang tidak ada contoh dari rasulullah
Kata Ali bin abi thalib r.a."Hari ini adalah hari2 untuk amal tanpa hisab, dan hari akhir kelak adalah hari-hari penuh hisab dan tidak ada amalan".

Penyesalan yang ada di hari akhir. Jangan menunda2 untuk taubat dll. dan bersegeralah dalam menutup pintu maksiat dan menuju taubat sebagai mana kutipan dari surah Al-kautsar.

Manusia selalu mencari harta-harta dll padahal harta manusia adalah yang dia makan lalu habis jadi kotoran, yang dia pakai lalu usang, yang dia sedekahkan jadi amal salih dan yang terakhir itulah yang benar2 harta seorang anak manusia
iman itu adalah 60 cabang yang paling rendah menghilangkan duri dari jalan

Para sahabat rasulullah semangat untuk menjalankan apa yang dicontohkan rasulullah dan banyak mengingat dosa. Mereka adalah para manusia yang semangat mengejar jannah dan ali bin abi thalib r.a. meriwayatkan bahwa mereka adalah

Dalam hadis imam Ahmad r.a.
Bahwa rasulullah menjelaskan bahwa orang yang berpegang diatas agama rasulullah adalah sepeti berpegang dalam bara api dan mereka mendapatkan pahala seperti adalah pahala 50 orang sahabat.

Para salaf saleh mengingatkan bahwa seseorang itu dalam keihlasan dan di dalam kebaikan yaitu banyak menceritakan kejelekan dan bila susah mengungkapkan kebaikan2nya (tanda tida ikhlas)

2. Orang yang selamat dari api neraka adalah orang yang bisa menjaga diri dari hawa nafsu. Kita harus menundukkan diri pada Allah S.W.T
Nafsu amar bis suu' pada kejelekan. Harus kita tekan dan jangan tertipu olehnya karena
Nafsu lawwamah jiwa yang maunya maksiat dan maunya taat kadang jiwanya terbawa kebaikan.
Nafsul mutmainnah yang mengajak pada ketaatan

rasul s.a. berkata "Jangan seseorang terbawa arus, jadilah orang yang lurus kuatkan dirimu jadilah orang yang berada di atas kebaikan meski orang laik diatas kebaikan"

Maka seseorang harus punya prinsip maka kita harus jadi orang yang mempengaruhi atau dipengaruhi. kita sebagai seorang muslim harus mempengaruhi orang kepada kebaikan
Jiwa yang mendorong pada ketaatan dan inilah hati yang sehat
Waktu kita 24 jam sedikit karena untuk ketaatan
Rasul membagi waktu jadi 3 1/3 untuk Allah 1/3 untuk keluarga dan masy dan 1/3 untuk dirinya

3. Orang yang mempunyai harta yang berhaga pasti disimpan, padahal disisi allah segala yang kekal. Maka aku simpan hartaku agar abadi di sisi Allah SWT

4. Aku melihat manusia yang banyak dibanggakan harta, anak2 dan keturunan. padahal yang paling bertakwa disisi Allah adalah yang paling bertakwa.
Hamba Allah yang paling bertakwa pada Allah adalah yang selalu mengingatnya dan tidak pernah lupa.



5. Banyak orang saling mendengki padahal Allah lah yang telah membagi rizki diantara hamba-hambanya. Dan orang yang paling banyak yang mendengki adalah yang paling banyak harta dan paling banyak ilmunya. Kenapa kita harus sedih karena yakinlah rizki ini tidak akan salah saasaran masing2 akan dapat bagian masing2.

6. Banyak manusia saling bermusuh2an, padahal musuh sejatinya adalah syaitan.Syaitan itu ada dalam setiap manusia yang menyeru pada kejelekan, dan kita harus berusaha untuk menundukkan syaitan dalam diri kita.

7. Banyak orang menghinakan diri dalam mencari rizki, padahal rizki seseorang itu sudah ditetapkan Allah S.W.T. Padahal Allah lah tempat bergantung segala sesuatu. Jangan mencari rizki dari yang haram / syubhat dan carilah dari yang halal

8. Banyak orang telah bergantung pada kemampuan badannya , kepintaran dan kehliannya dan seharusnya hanya bertawakkal pada Allah

Senin, 27 Juni 2011

Perjalan Bandung- Cipularang km97 by motor cycle





Sabtu 25 Juni adalah hari yang cukup melelahkan dimana kami melakukan perjalanan darat yang cukup melelahkan dari bandung tepatnya (Bandung Selatan / Dayuh cumlaude) menuju tol cipularang km 97 daerah Purwakarta...

Dengan bermodalkan peta dan semangat untuk mensurvey lokasi pengambilan data Tugas akhir kami pun rame2 bertiga menuju ke TKP (Tempat Kebanyakan Pekerjaan).

Berangkat pukul 09.00 kami melewati jalan sukarno hatta menuju arah cimahi terus ke barat. Dari arah cimahi kami menuju arah padalarang melewati tugu Indomie dan Tugu Sun dial.
Perjalanan kami lanjutkan menuju arah pasar padalarang. Dari arah pasar ini kami berberlok ke arah utara menuju arah ke Purwakarta.

Di daerah padalarang jalannya menurun pemandangannya cukup indah dan seperti jalur nagrek jalan ular yang meliuk-liuk.. Udaranya segar dan jalannya cukup lengang.

Dari padalarang kami menuju daerah darangdang, lingga sari. dari pertigaan yang dekat apotek kita belok ke kanan menuju atas sampai ke jembatan km97. Lebih amannya tanya langsung ke tukang ojek

Dari atas jembatan tol km 97 kita bisa turun ke bawah ke pinggir tol dengan menitipkan kepada warga disekitar sana.

Km 97 sendiri merupakan kawasan pemberhentian yang cukup lengkap dengan berbagai fasilitas yang ada. Disana terdapat:
1. Pom bensin
2. Kafetaria
3. Taman bermain
4. Musholla
5. Lahan parkir yang luas

Selain itu dengan adanya fasilitas wimax yang terintegrasi sehingga memudahkan akses data dll di km 97. Dalam survey ini kami berencana untuk melakukan monitoring video streaming pada km97 berbasiskan layanan wimax.


Ilustrasi km97 dari atas jembatan tol


Beberapa fasilitas tampak di km97


Ada poto unyu2 nih batu muter2 terbesar se indonesia uniknya bisa memancarkan air jg.

Setelah dr km 97 kami shalat ashar makan mie dan berangkat menuju waduk jati luhur. Arah yang kami tempuh terus ke utara sampai arah masuk tol lalu berbelok ke arah lokasi pemda purwakarta. Dari situ bisa langsung ke arah waduk jatiluhur... biar ga tersesat tanya aja... gampang kan
Bermodalkan tiket 10.000/ motor dan uang masuk waduk goceng perorang sedikit bikin jengkel kok ditarikin mulu nih... seemenntara warga bebas naek motor g ditarikin. Ya udahlah daripada bad mood positif think aja. kita putuskan jalan2 dan putu2 sepuasnya..


Inilah barometer angin ma ujan untuk menganalisa curah hujan dan kondisi air... eh deket waduknya ada indosat looo jd jgn lupa lihat ke sana



Waduknya jadul nih jarang di cet.. g boleh nyebur n dilarang bunuh diri di tempat ini, nyusain yang evakuasi okeh...


Waduk Jati luhur nih denger2 dibangun pas jaman kemerdekaan gt sama pak karno...

Bawah waduk jatiluhur untuk pembangkit tenaga listrik

Sun set in waduk... but pemandangan seindah ini keganggu gara2 banyak mbek unyu2 yng lewat




Setelah puas poto2 dan shalat maghrib akhirnya kita pulang pukul 06.30 dan sampai di bandung pukul 10.30.. Capekkk but its amazing trip coba deh bg yang ingin kabur sesaat dan refreshing dari kegilaan kehidupan yang ada wkwkwkwk :D good job bro